Pusdalops BPBD Babel Catat Penambahan 2 Positif Covid-19, Total 203

Pusdalops BPBD Babel Catat Penambahan 2 Positif Covid-19, Total 203
No Image
Tim_Gus

PANGKALPINANG - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung (Babel) melaporkan dua penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 10 Agustus 2020, Senin hari ini.


Dalam laporan situasi dan perkembangan Covid-19, dua pasien ini merupakan warga Pangkalpinang yang diketahui merupakan seorang istri dan mertua dari pasien EO, yang terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19.


Dibenarkan Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa, pasien berinisial berinisial DW (37) dan BMK (62) warga Gabek Pangkalpinang. Diketahui bahwa DW adalah istri dari E-O, dan BMK ibu kandung DW, atau ibu mertua dari EO.

 

"Dari hasil tes swab PCR pada 10 Agustus 2020 keduanya dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 dan saat ini menjalani swaisolasi atau karantina mandiri di rumah dalam pemantauan dan pengawasan," jelasnya, tadi malam.

 

Dengan penambahan tersebut, maka angka kasus terkonfirmasi positif corona kini berjumlah 203 kasus, dengan jumlah kesembuhan pasien mencapai 189 dan 12 orang dalam perawatan.

 

Lebih lanjut, Sementara Update informasi Surveilan Epemiologi di Babel, lanjut Mikron, data kasus suspek berjumlah 1.374 dengan rincian 43 diisolasi, discarded 505 orang dan kasus probable 1. Lalu, data pemantauan kontak erat saat ini berjumlah 3.742 dengan rincian menjadi kasus suspek 7, kasus konfirmasi 151, mangkir pemantauan nihil dan discarded 1.734 orang.


"Sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala (simptomatik). Namun, ada pula orang tanpa gejala (asimptomatik) yang berisiko tinggi menularkan virus ke orang lain," kata Mikron.

 

Sebagai bagian dari upaya memantau arus lalu lintas orang yang masuk khususnya maupun yang keluar Babel, terutama dalam rangka pengendalian kasus untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19, pihaknha mengimbau kepada setiap orang pelaku perjalanan, baik pengguna moda transportasi laut (penyeberangan) maupun moda transportasi udara (penerbangan), untuk mengunduh aplikasi "PeduliLindungi" di telepon selulernya masing-masing.

 

"Penanganan pandemi Covid-19 adalah kerja bersama. Oleh sebab itu, penanggulangan bencana nonalam ini musti dilakukan dengan saling bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi. Tanpa itu, upaya kita bersama dalam mengatasi pandemi ini tidak akan berhasil dan maksimal," imbuhnya.

 

Adalah fakta bahwa selama vaksin Covid-19 belum ditemukan maka kemungkinan dan potensi penularan Covid-19 akan terus terjadi, dan hal ini musti menjadi perhatian semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. "Masyarakat tak boleh lengah, harus tetap awas dan peduli, namun jangan pula panik berlebihan," katanya.

 

Penanganan pandemi Covid-19 adalah kerja bersama. Oleh sebab itu, penanggulangan bencana nonalam ini musti dilakukan dengan saling bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi. "Tanpa itu, upaya kita bersama dalam mengatasi pandemi ini tidak akan berhasil dan maksimal," jelasnya.

 

Dengan tingkat kesembuhan atau bebas Covid-19 (discarded) dan selesai isolasi orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Babel mencapai 94,02 persen dan orang yang masih sedang dalam perawatan atau penanganan berada di angka 4,97 persen, maka patut bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada tim medis.

 

"Pencapaian tersebut tentu saja berkat kerja semua pihak dan kesadaran serta kepedulian dari masyarakat yang terus konsen dan konsisten, memberi andil dalam pengendalian dan penanggulangan pandemi Covid-19 di Babel," tuturnya.

 

"Namun hasil dan pencapaian ini tentu tak boleh kemudian membuat kita lalai dan lupa diri, bahkan abai terhadap Covid-19. Justru sebaliknya, menjadi motivasi bagi kita semua masyarakat untuk terus menjaga soliditas dan merawat solidaritas termasuk menanggalkan ego sektoral dalam dalam ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 maupun kesiapsiagaan menanggulangi pandemi Covid-19," pungkasnya. [Tim]